Senin, 29 Agustus 2016

LAKUT ?



LAKUT (Latihan Kader Utama)

1.        Pengertian LAKUT (Latihan Kader Utama)
Lakut adalah pelatihan yang membentuk idealisme kader sehingga mampu mengem bangkan pengetahuan, sikap, skill organisatoris secara optimal
2.        Tujuan
Tujuan LAKUT adalah:

Umum : Membentuk kader yang mampu mengelola organisasi secara profesional dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan keorganisasian serta permasalahan sosial kemasyarakatan.

Khusus :
ü  Menguasai Aswaja NU sebagai idiologi organisasi serta mengaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
ü  Mempunyai wawasan kebangsaan yang luas dan  kepekaan yang tinggi  terhadap perma salahan organisasi dan ummat
ü  Memiliki sikap kritis, kreatif, kepeloporan, berkhlaqul karimah serta komitmen yang tinggi terhadap perjuangan organisasi
ü  Memiliki kemampuan kepemimpinan dan keterampilan manajerial organisasi yang memadah
3.        Target
Target LAKUT adalah:
Membentuk kader yang mampu merancang dan mengelola organisasi secara optimal.

LAKMUD ?



LAKMUD (Latihan Kader Muda)

1.        Pengertian LAKMUD (Latihan Kader Muda)
Lakmud adalah pelatihan yang menekankan pada pembentukan watak, motivasi pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi dan keterampilan berorganisasi serta upaya pembentukan standard kader
2.        Tujuan
Tujuan LAKMUD adalah:
Umum : menciptakan kader IPNU yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan ketrampilan yang memadai dalam berorganisasi.
Khusus :
Ø  Memahami prinsip dan menumbuhkan sikap tanggungjawab terhadap terlaksana nya ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah secara utuh menurut NU yang dirujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Ø  Memahami prinsip organisasi dan kepemimpinan.
Ø  Mempunyai kemampuan untuk memahami dan memecahkan masalah serta tehnik pengambilan keputusan yang tepat.
Ø  Mempunyai pengetahuan dasar dan sikap loyalitas yang tinggi terhadap cita-cita organisasi.
Ø  Memiliki perangkat metode analisis sosial dasar.
Ø  Memahami terhadap secara kritis problematika pendidikan di Indonesia
Ø  Memiliki sensitivitas gender
3.        Target
Target setelah LAKMUD adalah peserta dapat:
Ø  Menghasilkan kader-kader yang memiliki integritas kepribadian, berwawasan luas, kritis serta mampu mengembangkan organisasi
Ø  Menghasilkan kader yang militan, disiplin dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi
Terbentuknya kader yang mempunyai sensitivitas gender.

MAKESTA ?

MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota)
1.        Pengertian Makesta (Masa Kesetiaan Anggota)
Makesta adalah Pelatihan singkat yang memuat pengenalan tentang Faham Ahlussunah Wal Jama’ah (ASWAJA), IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) – IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) dan materi lain sebagai syarat menjadi anggota IPNU/IPPNU yang sah.
2.        Tujuan
Tujuan Makesta adalah:
a.    Mengenalkan IPNU-IPPNU kepada peserta
b.    Member pemahaman pentingnya organisasi
c.    Menanamkan ideology Faham Aswaja
d.   Member stimulus peserta untuk selalu belajar, berjuang, dan bertaqwa.
3.        Target
Target setelah Makesta adalah peserta dapat:
a.    Mengenal IPNU-IPPNU untuk selajutnya percaya dan mau berhuang di IPNU-IPPNU
b.    Memahami dasar-dasar Islam Faham Ahlussunah Wal Jama’ah
c.    Memahami organisasi terutama di lingkup Nahdlatul Ulama
d.   Memiliki skill berorganisasi dan analisis pemecahan terhadap masalah pribadi dan lingkungannya.
4.        Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan Makesta adalah metode: ceramah, diskusi, curah pendapat (brainstorming), penugasan, games, dan outbond.
5.        Kontrak Belajar
Kontrak belajar adalah suatu kesepakatan bersama antara peserta dan panitia dalam suatu forum kegiatan atau pelatihan. Tujuan kontrak belajar ini adalah agar suasana forum menjadi kondusif, lancar dan sesuai dengan target. Keputusan-keputusan yang dihasilkan juga berdasarkan masukan dari panitia atau peserta yang dianggap memberi kondusifitas perjalanan forum.

Apa sih IPNU-IPPNU?



A.      Pengertian IPNU dan IPPNU
Adalah organisasi yang berazaskan pancasila, beraqidah Islam Ahlussunah Wal Jama'ah yang mengikuti salah satu madzhab 4 (empat) : (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hambali) yang bersifat, keterpelajaran, kekaderan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaan yang dilahirkan pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H bertepatan pada tanggal 24 Februari 1954 untuk IPNU dan 8 Rajab 1374 H yng bertepatan dengan tanggal 2 Maret 1955 untuk IPPNU

B.      Fungsi IPNU dan IPPNU:
1.       Wadah perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama dalam pendidikan dan kepelajaran.
2.       Wadah kaderisasi pelajar untuk mempersiapkan kader-kader penerus Nahdlatul Ulama dan pemimpin bangsa.
3.       Wadah penguatan pelajar dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam ahlussunah wal-Jamaah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai nahdliyah.
4.       Wadah komunikasi pelajar untuk memperkokoh ukhuwah nahdliyah, islamiyah, insaniyah dan wathoniyah.

C.      Tujuan IPNU - IPPNU:
1.       Terbentuknya kesempurnaan pelajar Indonesia yg bertaqwa kepada Allah, berilmu dan berakhlakul karimah.
2.       Bertanggung jawab atas tegak dan berkembangnya syari’ah Islam menurut faham Aswaja.
3.       Terbentuknya kader Islam yang berwawasan kebangsaan.
4.       Terbentuknya masyarakat Indonesia yang adil makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Dengan kata lain, tujuan IPNU - IPPNU adalah :
"Terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlakul karimah, dan berwawasan kebangsaan serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syariat Islam menurut faham Ahlussunah Wal Jamaah dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945".

D.       Usaha IPNU – IPPNU:
1.       Menghimpun dan membina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi.
2.       Mempersiapkan kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa.
3.       Mengusahakan tercapainya tujuan organisasi dengan menyusun landasan psrogram perjuangan sesuai dengan perkembangan masyarakat (maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira ummah.
4.       Mengusahakan jalinan komunikasi dan kerjasama program dengan pihak lain selama tidak merugikan organisasi.